Indonesian Students Conquered IJSO With 2 Gold

Posted on
Indonesian Students kembali unjuk gigi dalam ajang Internasional lagi…hmmm Sangat membanggakan sekali prestasi yang diraih oleh siswa siswi Indonesia di ajang International Junior Science olympiad (IJSO) 2014 di Mendoza Argentina. Siswa-siswi Indonesia berhasil meraih 2 medali emas, 3 perak, dan 5 perunggu di ajang pada 2-11 Desember lalu di Universidad Nacional de Cuyo, Mendoza, Argentina.

Indonesian Students Conquered IJSO with 2 Gold :: Siswa Indonesia yang berhasil mempersembahkan 2 medali emas adalah Michael Gilbert dan Dean Fanggohans. Sedangkan 3 medali perak disabet oleh Andrew Wijaya, Eliora Violain Buyamin dan Patrick Bryan Nugraha.  Adapun 5  medali perunggu diraih oleh Jonathan Aristya Setiadji, Aria Purwasatya Salim, Gia Cordana Sanjaya, Salsabilaa Roihana dan Mutiara Aulya Firdausy.

“Ini sungguh di luar dugaan, karena tahun lalu kita sama sekali tidak mendapatkan emas. Target awal hanya satu emas,” kata Supriano, Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMP, Dirjen Pendidikan Dasar Kementeriaan Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) saat menjemput para juara di Bandara Soekarno Hatta (13/12).

IJSO 2014 merupakan kompetisi sains internasional yang diperuntukkan bagi siswa-siswi sekolah menengah pertama dan diselenggarakan setahun sekali. Pada kompetisi kali ini, Indonesia mengirimkan 12 siswa berprestasi yang dibagi kedalam 2  tim, yaitu Indonesia Team dan Indonesia Guest Team.

Delegasi dipimpin oleh Dr. Budhy Kurniawan (Pengajar di Departemen Fisika UI), dan didampingi oleh Prof. Dr. Triyanta (Fisika ITB), Dr Wahyu Surakusumah (Biologi UPI) Dr Rahmat Wibowo (Departemen Kimia UI), Dr Ahmad Ridwan (STIH ITB) dan Dr Agustino (Departemen Kimia UI), dan pejabat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


International Junior Science Olympiad 2014


Kompetisi olimpiade sains tingkat internasional yang berlangsung selama kurang lebih satu minggu itu meliputi tes teori (3 jam), pilihan ganda (3 jam) dan praktikum di 3 bidang, yakni fisika, biologi dan kimia (4 jam).

Peraih medali emas, Dean Fanggohans mengatakan bahwa ia menyenangi sains sejak kecil. Menurut Dean, sains merupakan ibu dari seluruh ilmu. Sebelumnya, Dean merupakan peraih medali emas dalam OSN 2013 dan 2014, namun baru dikirim ke luar negeri pada 2014.

“Tidak terlalu sulit kompetisinya. Prediksi pembimbing tidak jauh dari soal yang ada,” kata pelajar kelas IX SMPK Kalam Kudus Pekanbaru itu.


Selama di Argentina, Dean mengaku tidak terlalu kesulitan dalam beradaptasi, hanya saja nasi yang tersedia tidak sesuai dengan seleranya. “Lawan terberat saat olimpiade itu India,” kata Dean.
Indonesian Students Conquered IJSO merupakan salah satu bukti bahwa kita sebagai bangsa Indonesia tidaklah kalah dalam bidang pendidikan. Semoga prestasi ini bisa terus bertambah dimasa mendatang. selamat buat para pemenang di ajang IJSO ini.

Sumber: kemlu.go.id (13/12/14), republika.co.id (14/12/14

Postingan terpopuler:

  • singkirkan penghalang halloween coc