Prestasi Indonesia – Kerajinan Pelepah Pisang Dan Jagung Go Internasional

Posted on
I love Indonesia versi campuradukloh kali ini mengulas tentang kerajinan Indonesia yang mampu menembus kancah internasional. Salah satunya adalah pelepah pisang dan jagung.  Kulit jagung dan pelepah pisang kerap kali tidak diperhatikan, bahkan dianggap sampah sehingga biasanya buang. Padahal, jika kreatif, limbah organik ini bisa diolah menjadi pupuk kompos. Namun, nilai jualnya tidak terlalu tinggi. Kenyataannya, sampah kulit jagung bisa disulap menjadi sangat bernilai dan bisa menerobos pasar internasional.

Ketika olahan limbah menghasilkan kerajinan cantik menarik mata, nilainya pun naik berlipat-lipat. Dari ketekunan dan keterampilan tangan, penghasilan tambahan diperoleh. Salah satu yang menikmati tambahan pendapatan ini adalah Sumiyati (42).

Warga asal Trenggalek ini mengerjakan bunga dan beragam kerajinan berbahan limbah seperti kulit jagung, pelepah pisang, dan biji-bijian sambil bekerja di Surabaya.

Setiap karya bros berbentuk bunga bisa dijual mulai beberapa ribu rupiah sampai puluhan ribu. Bunga kering berbahan klobot yang sudah diolah dan diwarnai harganya sekitar Rp 15.000.

Tentu saja, semakin banyak tumpukan mahkota bunga dan rumit, pembuatannya pasti butuh waktu. Bahan limbah bisa juga dibuat menjadi beragam jenis boneka yang dijual seharga Rp 75.000.

Kerajinan menjadi sangat unik dan menarik. Karenanya, sebagian karya dibawa beberapa warga ke luar negeri untuk dijual kembali seperti Spanyol dan Jepang.

Salah satu yang paling disukai konsumen luar negeri adalah kerajinan berbentuk bunga mawar. Selain itu, tentu saja kerajinan ini dipasarkan di berbagai kota di Indonesia termasuk di Surabaya.

”Sebenarnya bukan ekspor kerajinan, tetapi hanya menyiapkan untuk teman yang membeli kerajinan dan membawanya keluar negeri. Kalau mengurus ekspor, repot,” tutur Soepartini, istri Prof dr Soebandiri, yang lebih sering dipanggil Tien (65) yang membantu pemasaran kerajinan klobot dan pelepah dari para perajin di Surabaya, Malang, Gresik, dan Sidoarjo.

Mengerjakan bunga berbahan klobot dan pelepah pisang memerlukan ketekunan tersendiri. Sebelum dibentuk menjadi bunga, kulit jagung dan pelepah harus dibersihkan dan diawetkan dengan hidrogen peroksida (H2O2).

Kulit jagung pun menjadi putih dan tahan lama. Bahkan, menurut mantan Ketua Asosiasi Bunga Kering dan Bunga Buatan Jatim ini, kerajinan boneka yang dimilikinya tidak rusak meski sudah berusia lima tahun. Kuncinya, tidak kena air dan dibersihkan dari debu dengan kuas.

Setelah diawetkan dan diberi pewarna sesuai kebutuhan, lembaran klobot dipotong dengan ukuran panjang dan lebar sesuai selara. Potongan lalu dibentuk dengan alat supaya terlihat seperti mahkota bunga yang indah.

Setelah mahkota siap, putik dan benang sari disiapkan sebelum mahkota ditempelkan satu per satu. Bunga kemudian dipasang pada tangkai. Daun melengkapi bunga kering untuk penghias rumah. Selanjutnya, tangkai dililit dengan krep berwarna hijau daun. Rumit, tetapi sepadan dengan ketekunan yang diberikan. Bunga klobot dan kerajinan pelepah yang unik dan menarik.

Kesimpulan I love Indonesia adalah ternyata produk produk, barang, dan orang dari indonesia tidak ketinggalan dan bahkan mampu bersaing di kancah internasional. Tinggal bagaimana prosesnya, bagaimana caranya, dan semangat pasti kita bisa meraih apa yang kita mau. Sekian artikel pelepah pisang go internasional, jika ada kritik saran dan komentar silakan dikolom yang tersedia

sumber: kompas, buwiryo

Postingan terpopuler:

  • bes rumit
  • Bes th 10 berbentuk peta indonesia
  • Base terbaru th 9 bentuk bunga
  • base terkuat coc th6 dan5
  • base th 10 anti lava and gowiva
  • base th9 terbaru unik Jantung