Daud Yordan Sang Juara Dua Gelar

Posted on
Salah satu berita yang membuat nama Indonesia harum di dunia adalah berasal dari cabang olahraga tinju. Ya, berita tersebut berasal dari seorang yang bernama Daud Yordan. Daud Yordan menjadi petinju pertama Indonesia yang jadi juara dunia di dua kelas berbeda.  Meskipun sebelumnya kalah TKO dan kehilangan sabuk juara kelas bulu ringan IBO di pertandingan terakhirnya, Daud Yordan berhasil bangkit.

Memutuskan untuk naik kelas dari sebelumnya dikarenakan berat badan yang sudah tidak ideal lag, dia memutuskan untuk naik kelas dari bulu menuju kelas ringan. Lawan pertamanya adalah menghadapi petinju Argentina, Daniel Eduardo Brizuela dalam perebutan sabuk juara dunia kelas ringan (61,2 Kg) International Boxing Organization (IBO) pada 6 Juli 2013, hasilnya sangat menggembirakan yaitu Daud meraih kemenangan angka mutlak 117-111, 115-113 dan 116-112.

Kedisiplinan dalam menekan lawan dan lebih teratur dalam menyerang, serta konsisten dalam pukulan jab menjadi kunci kemenangan dia
“Ini yang menjadi kunci kemenangan saya saat menghadapi petinju Argentina di Perth, Austraia, Sabtu (6/7) waktu setempat,” kata petinju Sasana Kayong Utara Kalimantan Barat tersebut.

http://campuradukloh.comDengan kemenangan itu, rekor bertarung Daud Yordan menjadi 31 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan tiga kali kalah. Pertarungan melawan petinju Argentina itu merupakan duel perdana Daud Yordan setelah memutuskan naik dari kelas bulu ke ringan.

Kemenangan itu juga menjadikan Daud Yordan merupakan petinju Indonesia yang mampu meraih gelar juara dunia di kelas yang berbeda karena sebelumnya yang bersangkutan adalah juara dunia kelas bulu IBO.

Juara dunia kelas bulu IBO tersebut direbut Daud Yordan setelah menang KO ronde kedua atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva di Singapura, 5 Mei 2012, kemudian sempat dipertahankan kembali pada pertarungan melawan petinju Mongolia Choi Tseveenpurev (menang angka) juga di Singapura, 9 November 2012.

Namun, gelar tersebut akhirnya lepas setelah kalah TKO ronde ke-12 dari petinju Afrika Selatan Simpiwe Vetyeka di Jakarta, 14 April 2013 beberapa bulan silam.  Meski sudah kehilangan sabuk juara kelas bulu ringan, keberhasilan Daud merebut gelar kelas ringan menorehkan sejarah besar buat dirinya dan juga buat Indonesia. Petinju berusia 26 tahun itu menjadi orang Indonesia pertama yang pernah jadi juara dunia tinju di dua kelas berbeda.

“Senang sekali karena cita-cita saya terkabul. Bahkan apa yang keluarga saya impikan, abang saya impikan, saudara saya, mama dan bapak saya, terwujud, tercapai,” sahut Daud usai pertarungan.

“Itu buat saya sesuatu yang luar biasa. Sejarah. Bahkan saya bisa menorehkan capaian pribadi bahwa saya adalah orang Indonesia pertama yang jadi juara dunia di dua kelas berbeda,” lanjutnya setelah selesai menjalani perawatan karena pelipis kanannya robek.

Selamat buat Daud Yordan yang sudah membuktikan dirinya mampu untuk berkarya di dunia tinju. Sebagai penutup, prestasi dari semua sudut bidang ilmu bukanlah suatu kemustahilan. Ingatkah dengan pepatah “there’s a will there’s a way”. semoga bermanfaat, wassalam